BP4ABI Bidik Akses KUR Syariah untuk Ribuan Jamaah Majelis Taklim
Kolaborasi dengan BSI Muara Enim Diarahkan pada Penguatan UMKM Berbasis Masjid
Muara Enim, INILINK.COM — Badan Pelaksana Pendidikan dan Peningkatan Pemahaman Ajaran serta Budaya Islam (BP4ABI) Kabupaten Muara Enim mulai mengarahkan program pemberdayaan umat ke sektor ekonomi produktif. Salah satu agenda yang mengemuka adalah membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah bagi jamaah majelis taklim dan pelaku usaha mikro melalui sinergi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Muara Enim.
Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara jajaran BP4ABI dan Kepala Cabang BSI Muara Enim, Bambang Kurniawan, beserta staf, di Kantor BP4ABI, Rabu (22/7/2026).
Kepala BP4ABI Kabupaten Muara Enim, KH. Kumyadi, mengatakan pemberdayaan ekonomi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan keagamaan. Menurutnya, dakwah tidak hanya membangun kualitas spiritual masyarakat, tetapi juga perlu mendorong lahirnya kemandirian ekonomi umat.
“Majelis taklim selama ini identik sebagai ruang pembinaan keagamaan. Ke depan, kami ingin memperluas fungsinya menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jamaah tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga memperoleh akses informasi dan pendampingan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.
Menurut KH. Kumyadi, BP4ABI memiliki potensi jaringan yang cukup besar. Selain membina berbagai kegiatan pendidikan dan dakwah, lembaga tersebut juga memiliki akses pembinaan kepada lebih dari 400 masjid serta jaringan majelis taklim yang tersebar di seluruh Kabupaten Muara Enim.

Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas apabila diintegrasikan dengan program literasi keuangan syariah, pelatihan kewirausahaan, dan akses pembiayaan usaha.
“Selama ini banyak jamaah majelis taklim yang telah memiliki usaha mikro maupun ingin memulai usaha, tetapi belum memahami akses pembiayaan formal. Di sinilah kami melihat perlunya kolaborasi dengan BSI agar masyarakat memperoleh pendampingan sekaligus akses terhadap pembiayaan syariah,” katanya.
BP4ABI juga mengusulkan agar sinergi tidak berhenti pada sosialisasi produk perbankan, tetapi berkembang menjadi program terpadu, mulai dari edukasi pengelolaan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, hingga fasilitasi pembiayaan melalui skema KUR Syariah bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan.
Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat BP4ABI, KH. Elham Fajri, menambahkan bahwa penguatan ekonomi berbasis masjid dan majelis taklim memiliki potensi besar karena dibangun di atas modal sosial yang telah terbentuk.
“Ketika pembinaan keagamaan berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi, maka manfaatnya akan lebih dirasakan masyarakat. Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan umat,” ujarnya.
Menanggapi usulan tersebut, Kepala Cabang BSI Muara Enim, Bambang Kurniawan, menyampaikan apresiasi terhadap arah program BP4ABI yang mengintegrasikan dakwah dengan pengembangan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, skema KUR Syariah yang dimiliki BSI memang dirancang untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang layak secara usaha serta memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Kami melihat jaringan majelis taklim merupakan komunitas yang potensial untuk mendapatkan edukasi literasi keuangan syariah. BSI siap berdiskusi lebih lanjut mengenai peluang sinergi, baik dalam bentuk sosialisasi, edukasi, maupun pendampingan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan,” kata Bambang.
Ia menambahkan, kerja sama dengan BP4ABI berpotensi memperluas jangkauan literasi keuangan syariah di tingkat akar rumput sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari lingkungan masjid dan majelis taklim.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum silaturahmi dengan kepengurusan baru BP4ABI yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Plt. Bupati Muara Enim. Kedua pihak sepakat untuk menjajaki program-program kolaboratif yang menghubungkan pembinaan keagamaan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Bagi BP4ABI, sinergi dengan BSI bukan semata membangun hubungan kelembagaan. Yang ingin dibangun adalah sebuah ekosistem, di mana majelis taklim tidak hanya menjadi tempat memperkuat iman, tetapi juga menjadi pintu lahirnya wirausaha baru, meningkatnya literasi keuangan syariah, dan tumbuhnya ekonomi umat yang lebih mandiri.**
Teks / Foto : Tim Media BP4ABI Muara Enim