GEMMA Laa Roiba Safari Subuh ke-7 di Masjid Baitul Mukmin Rumah Tumbuh
GEMMA PP Laa Roiba akan terus dilanjutkan ke sejumlah masjid lainnya di Muara Enim
MUARA ENIM, Inilink.com — Suasana Subuh di Masjid Baitul Mukmin, Rumah Tumbuh, Muara Enim, terasa berbeda pada Ahad (4/10/2026). Sejumlah santri Pondok Pesantren Laa Roiba bersama para ustadz pendamping hadir mengikuti Safari Subuh ke-7 yang digelar Gerakan Memakmurkan Masjid (GEMMA) PP Laa Roiba.
Kegiatan yang berlangsung sejak sekitar pukul 04.00 hingga 06.30 WIB itu diikuti jamaah Masjid Baitul Mukmin, pengurus masjid, serta santri dan tim GEMMA PP Laa Roiba. Pendiri dan Pimpinan PP Laa Roiba, KH Taufik Hidayat, S.Ag., M.I.Kom., turut hadir dan memberikan arahan kepada santri serta jamaah.
Koordinator GEMMA PP Laa Roiba, Ustadz Imron Supiryadi, S.Ag, M.Hum, menjelaskan, Safari Subuh yang diselenggarakan GEMMA PP Laa Roiba Muara Enim di Masjid Baitul Mukmin menjadi bagian dari rangkaian program GEMMA yang telah berlangsung di sejumlah masjid selama Bulan September-Oktober 2026.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi Safari Subuh ketujuh yang dilaksanakan GEMMA dan akan dilanjutkan ke sejumlah masjid lainnya di wilayah Muara Enim, Tanjung Enim, dan Lahat,”ujarnya.
Santri Belajar di Tengah Jamaah
Dalam kegiatan tersebut, menurut Ustadz Imron para santri Laa Roiba mengambil bagian dalam berbagai tugas. Mereka disiapkan untuk mengumandangkan azan dan iqamah, menjadi imam, memandu acara, menyampaikan kultum, memimpin doa, serta membantu kegiatan lainnya.
Bagi GEMMA, keterlibatan santri tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan. Santri tidak hanya belajar di ruang kelas atau lingkungan pesantren, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan ilmu dan keterampilan keagamaan di tengah masyarakat.

KH Taufik Hidayat dalam sambutannya kembali menekankan pentingnya membiasakan santri hadir di masjid dan berinteraksi dengan jamaah. Menurut dia, masjid dapat menjadi ruang praktik bagi santri untuk mengembangkan kemampuan dakwah sekaligus belajar memahami kehidupan masyarakat.
Santri, kata Ustadz Taufik, perlu dibiasakan tampil di tengah jamaah sejak masih berada di pesantren. Dengan demikian, ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan kembali ke masyarakat, berbagai aktivitas keagamaan di masjid bukan lagi sesuatu yang asing.
“Santri perlu belajar di tengah masyarakat. Masjid menjadi tempat untuk mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari di pesantren,” demikian inti arahan Ustadz Taufik dalam kegiatan tersebut.
Disambut Positif Pengurus Masjid
Ketua Pengurus Masjid Baitul Mukmin Rumah Tumbuh, Ustadz H Andry Agusty, S.H.I, M.M, menyambut positif pelaksanaan Safari Subuh GEMMA PP Laa Roiba.
Menurut Ustadz Andry, kehadiran para santri di Masjid Baitul Mukmin memberikan suasana positif bagi jamaah. Kegiatan tersebut tidak hanya menghidupkan suasana Subuh, tetapi juga mempertemukan santri dengan masyarakat dalam suasana ibadah dan silaturahmi.
Ia mengapresiasi para santri yang terlibat langsung dalam rangkaian kegiatan, terutama keberanian mereka tampil sebagai imam, muazin, pembawa acara, penyampai kultum, dan pemimpin doa.
Ustadz Andry berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi jembatan antara pesantren dengan masjid-masjid di tengah masyarakat.
Menurutnya, masjid dan pesantren memiliki ruang yang sama dalam membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan agama, keberanian, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.
Dari Pesantren ke Masjid
Safari Subuh GEMMA dirancang bukan sekadar kegiatan berpindah tempat untuk melaksanakan salat berjamaah. Di setiap masjid yang dikunjungi, santri mendapatkan pengalaman langsung menjalankan tugas keagamaan sekaligus belajar berkomunikasi dengan jamaah.
Dalam setiap Safari Subuh, Ustadz taufik selalu menyampaikan, bahwa waktu Subuh juga menjadi bagian penting dari pembentukan disiplin.
“Para santri harus bangun lebih awal, mempersiapkan diri, kemudian berangkat menuju masjid. Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi karakter yang terus melekat hingga mereka menyelesaikan pendidikan di pesantren,” tegasnya.
Setelah kegiatan selesai, para santri juga dibiasakan menjaga kebersihan masjid, termasuk merapikan bekas makanan dan kemasan yang digunakan selama kegiatan.
Rangkaian Safari Subuh GEMMA PP Laa Roiba akan terus dilanjutkan ke sejumlah masjid lainnya di Muara Enim, Tanjung Enim, dan Lahat.
Melalui gerakan tersebut, GEMMA membawa pesan sederhana: “Dari Pesantren ke Masjid, dari Masjid ke Masyarakat.” Masjid menjadi tempat ibadah sekaligus ruang bagi santri untuk belajar, berlatih, berkhidmat, dan kelak kembali memberi manfaat kepada masyarakat.**
