PALI

Pemuda Pancasila PALI Ancam Demo, Desak PT. MHP Rampungkan Pengecoran Jalan Simpang Raja

PALI, Iniklik.com – Organisasi Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Talang Ubi menyoroti pembangunan jalan cor beton pada jalur poros Simpang Raja-Simpang 4 Benakat Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI yang saat ini mangkrak pengerjaannya.

Bahkan PP Kecamatan Talang Ubi bakal menggelar aksi demonstrasi dalam mendesak PT. Musi Hutan Persada (MHP) selaku perusahaan yang paling besar berkontribusi dalam menggelontorkan dananya untuk pembangunan jalan tersebut agar bersikap tegas dengan mendepak atau memutus kontrak dengan pihak pelaksana lama yakni PT. Adipati Raden Sinom.

 

Selain itu, PP Kecamatan Talang Ubi menuntut Pemkab PALI dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk turun ke lapangan mengecek dan menempatkan nama PT. Adipati Raden Sinom dalam daftar hitam perusahaan yang tidak kompeten.

 

Sikap tegas tersebut disampaikan Ketua PP Kecamatan Talang Ubi Telly, yang menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak pernah main-main dalam hal membela kepentingan masyarakat.

 

Dimana proyek pengecoran jalan yang dananya berasal dari CSR sejumlah perusahaan diantaranya PT. MHP yang diketahui memberikan kontribusi terbesar saat ini menimbulkan berbagai permasalahan.

 

Serta dengan terhentinya pekerjaan pengecoran jalan Simpang Raja akan mempermalukan janji Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru saat Groundbreaking perbaikan dan pembangunan jalan tersebut sepanjang 1,5 kilometer yang ditargetkan rampung di Bulan Agustus ini.

 

Proyek tersebut diketahui menghabiskan dana sebesar Rp 11 miliar lebih, namun pada pelaksanaannya organisasi PP Talang Ubi menemukan banyak kejanggalan sejak awal pihak ketiga memulai pekerjaan.

 

“Sejak awal, pelaksanaan pekerjaan itu menuai permasalahan, dari lokasi batching plant hingga hasil pekerjaan yang terkesan asal-asalan,” ujar Telly, Selasa 11 Agustus 2026.

 

Dan kini, disebutkan Telly proyek tersebut terhenti tanpa alasan. Hal itu menurut terlihat batching plant sudah hengkang dari lokasi proyek.

 

“Saat ini yang terlihat hanya tumpukan material tanpa ada kegiatan pekerja serta jalan yang sudah selesai dikerjakan dibiarkan begitu saja yang tentunya sangat menggangu kenyamanan pengendara karena lalulintas terhambat serta debu tebal terhirup pengendara,” sebutnya.

 

Dengan kondisi tersebut, Telly mengisyaratkan organisasinya akan menggelar aksi demonstrasi apabila dalam waktu dekat ini pihak PT. MHP dan pemerintah daerah tutup mata.

 

“Kondisi ini jangan dibiarkan berlarut-larut, apabila dalam waktu dekat tidak ada kepastian kelanjutan pekerjaan itu, maka kami akan menggelar aksi unjuk rasa di DPRD PALI, Pemkab, Kejari, Polres bahkan kita akan demo di kantor Gubernur. Tak hanya itu, selama jalan itu belum selesai, kami akan hentikan angkutan logging PT. MHP,” tandasnya.

 

Diketahui bahwa proyek cor beton Simpang Raja-Simpang 4 Benakat Timur dikerjakan sejak beberapa bulan lalu dan ditargetkan selesai bulan Agustus ini.

 

Namun faktanya, pekerjaan jalan itu mangkak dan diprediksi target tersebut tidak rampung. Bahkan bukan hanya aktivitas pekerja yang sudah tidak terlihat, batching plant juga sudah tidak berada di lokasi pembangunan.

 

Tentu saja, kondisi tersebut menimbulkan banyak permasalahan. Dimana pengguna jalan mengeluhkan banyaknya debu serta lalulintas terhambat akibat jalur yang dilalui belum selesai dikerjakan. (Red)

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button