Muara EnimSumsel

Warga Karang Agung Gelar Salat Istisqa, Mohon Hujan di Tengah Kemarau

Shalat di laksanakan di halaman Rumah Adat Desa Karang Agung

MUARA ENIM, Inilink.com — Di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Desa Karang Agung, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, bersama masyarakat menggelar salat Istisqa untuk memohon pertolongan Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Salat Istisqa tersebut dilaksanakan di halaman Rumah Adat Desa Karang Agung, 2 Agustus, dipimpin dan diikuti langsung oleh Kepala Desa Karang Agung, Bayu Virmansyah, bersama masyarakat setempat.

Bayu mengatakan, salat Istisqa merupakan bentuk kesadaran manusia sebagai makhluk yang lemah dan senantiasa bergantung kepada Allah SWT. Melalui ibadah tersebut, masyarakat memohon curahan hujan sebagai sumber kehidupan bagi manusia, hewan, tumbuhan, serta untuk menyuburkan tanah dan mengatasi krisis air bersih.

“Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual menjadi sarana penyerahan diri dan menunjukkan ketergantungan manusia secara total kepada Allah SWT saat menghadapi kekeringan ini,” ujar Bayu.

Menurut dia, pelaksanaan salat Istisqa juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain memohon turunnya hujan, masyarakat diajak memperbanyak taubat dan istighfar serta memohon ampun atas berbagai kesalahan dan dosa.

“Semoga apa yang kita laksanakan melalui salat Istisqa dengan memohon kepada Allah SWT dikabulkan. Amin ya Rabbal ‘alamin,” katanya.

Imbau Warga Jaga Lingkungan

Bayu juga mengingatkan masyarakat agar kondisi musim kering tidak justru memicu persoalan baru. Ia mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merugikan masyarakat luas, khususnya pembakaran lahan yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia juga meminta masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat menjadi sumber api dan memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.

“Di musim kering seperti saat ini, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang banyak, seperti membakar lahan dan membuang api rokok sembarangan. Mari bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.

Pelaksanaan salat Istisqa tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas Polsek Lubai, Babinsa, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat Pemerintah Desa Karang Agung, serta warga setempat.

Bagi masyarakat Karang Agung, salat Istisqa bukan sekadar ikhtiar untuk memohon turunnya hujan. Ibadah tersebut sekaligus menjadi pengingat agar manusia kembali menyadari keterbatasannya, memperkuat ketakwaan, memperbanyak istighfar, serta menjaga lingkungan sebagai amanah dari Allah SWT.**

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button