PALI

PWI PALI Gelar Diskusi Pers tentang Kemerdekaan, Salurkan Aspirasi Wartawan dan Aktivis

Gelar Forum Diskusi, Pers dan Aktivis PALI Beri Saran Pemerintah

PALI, Iniklik.com— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menggelar kegiatan bertajuk “Diskusi Pers tentang Kemerdekaan”, Senin siang (24/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Media Center PWI PALI, kawasan Beracung, Kota Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, ini menjadi ruang bagi insan pers dan aktivis untuk menyampaikan pandangan serta aspirasi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dihadiri puluhan wartawan yang bertugas di Kabupaten PALI, sejumlah aktivis organisasi nonpemerintah (NGO), serta Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostaper) PALI, Adi Kurniawan, S.I.P, M.Si.

Sebelum diskusi dimulai, PWI PALI terlebih dahulu memberikan apresiasi kepada empat pemenang lomba menulis puisi yang telah digelar sebelumnya. Lomba tersebut mengangkat tema kemerdekaan dan menjadi bagian dari upaya PWI PALI mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan gagasan dan refleksi tentang makna kemerdekaan melalui karya sastra.

Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, S.H, M.H., mengatakan, pihaknya tahun ini sengaja tidak menggelar sejumlah kegiatan yang bernuansa euforia berlebihan. Menurutnya, kondisi bangsa saat ini masih dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari bencana alam hingga tantangan ekonomi dan fiskal.

“Karena itu, lomba menulis puisi melalui media sosial kami anggap lebih tepat untuk dilaksanakan. Selain minim biaya dan memiliki jangkauan yang lebih luas, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya literasi masyarakat dalam mengekspresikan pikiran dan perasaan,” ujarnya, di sela kegiatan.

Menurut pria kerap disapa Josa ini, forum diskusi pers juga menjadi wadah untuk menginventarisasi berbagai saran, pendapat, kritik, dan gagasan dari insan pers maupun aktivis terkait isu-isu yang sedang berkembang maupun persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Nanti hasil diskusi berupa saran, masukan maupun kritik terhadap suatu persoalan atau kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, akan kami catat. Aspirasi yang berkaitan dengan pemerintah pusat akan disampaikan kepada Presiden melalui Sekretariat Kabinet, sedangkan aspirasi untuk pemerintah daerah akan disampaikan melalui Diskominfostaper kepada Bupati PALI,” jelasnya.

Ia menegaskan, terkait apakah aspirasi tersebut nantinya akan direspons atau ditindaklanjuti, keputusan sepenuhnya berada pada kewenangan pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Namun, menurutnya, penyampaian aspirasi secara santun dan konstruktif merupakan bagian dari tanggung jawab pers, sekaligus bentuk partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami sebagai insan pers di daerah sekaligus bagian dari masyarakat, telah menjalankan kewajiban untuk menyampaikan aspirasi secara santun. Selebihnya, tentu menjadi kewenangan pemerintah untuk merespons dan menindaklanjutinya,” katanya.

Sementara itu, Plt Kadiskominfostaper PALI, Adi Kurniawan, S.I.P, M.Si., menyambut positif kegiatan yang digagas PWI PALI tersebut. Ia menilai forum seperti ini penting untuk membangun komunikasi antara pemerintah, insan pers, aktivis, dan masyarakat.

Adi menegaskan, Pemkab PALI terbuka terhadap berbagai masukan dan saran dari masyarakat, termasuk dari kalangan wartawan dan aktivis.

“Semoga hubungan baik yang telah terjalin selama ini dapat semakin baik ke depannya. Kami juga berharap karya jurnalistik teman-teman wartawan tetap mengacu pada aturan dan regulasi yang berlaku, utamanya Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dalam suasana serius namun tetap santai. Para peserta duduk lesehan sambil menikmati kopi dan makanan ringan yang disediakan panitia. Secara bergantian, peserta menyampaikan pandangan, kritik, saran, serta sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Seluruh aspirasi yang muncul dalam forum tersebut kemudian dicatat oleh notulis untuk disusun menjadi bahan masukan yang selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten PALI.

Melalui kegiatan tersebut, PWI PALI berharap momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan partisipasi publik untuk ikut mendorong perbaikan kebijakan, serta pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.[Red]

Berita terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button