PALI Dorong Ekonomi Desa Lewat Program OVOP, 17 Desa Siap Unjuk Produk Unggulan

PALI,Iniklik.com– Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi menggelar rapat koordinasi pelaksanaan program One Village One Product (OVOP) pada 19 Maret 2025 di Kantor Bupati PALI.
Program ini menjadi bagian dari 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati PALI periode 2025-2030, dengan fokus utama mengangkat potensi ekonomi desa melalui produk unggulan berbasis lokal.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Raden Gempita, S.H., serta anggota DPRD lainnya seperti Angga Syahputra, S.H., M.M., dan Hj. Riwi, S.Pd.
Selain itu, hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Dwi Septaria, S.E., kepala dinas, camat, kepala desa, serta pelaku UMKM dan industri kecil menengah (IKM) yang menjadi garda terdepan dalam program ini.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten PALI, Rohman, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program OVOP bertujuan untuk menggali, mengembangkan, dan memasarkan produk unggulan setiap desa agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Pada tahap awal, sebanyak 17 desa telah dikurasi untuk berpartisipasi dalam program ini, dengan melibatkan para pelaku usaha setempat secara aktif. Kami ingin memastikan bahwa setiap desa mampu menciptakan produk berkualitas yang berdaya saing,” ujarnya.
Bupati PALI, Asgianto, S.T., menegaskan bahwa program OVOP bukan hanya sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan langkah konkret dalam meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
“Program ini sejalan dengan visi PALI 2030, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi berbasis produk lokal. Kami ingin memastikan bahwa setiap desa mampu menghasilkan produk yang tidak hanya diminati di pasar lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab PALI akan memberikan pendampingan intensif bagi pelaku UMKM, mulai dari pelatihan manajemen usaha, strategi pemasaran digital, akses e-commerce, hingga penyediaan stan khusus produk lokal di berbagai acara pemerintahan.
Dengan adanya program OVOP ini, diharapkan setiap desa di Kabupaten PALI bisa melahirkan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
PALI Dorong Ekonomi Desa Lewat Program OVOP, 17 Desa Siap Unjuk Produk Unggulan
PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi menggelar rapat koordinasi pelaksanaan program One Village One Product (OVOP) pada 19 Maret 2025 di Kantor Bupati PALI.
Program ini menjadi bagian dari 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati PALI periode 2025-2030, dengan fokus utama mengangkat potensi ekonomi desa melalui produk unggulan berbasis lokal.
Rapat ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Raden Gempita, S.H., serta anggota DPRD lainnya seperti Angga Syahputra, S.H., M.M., dan Hj. Riwi, S.Pd.
Selain itu, hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten PALI, Dwi Septaria, S.E., kepala dinas, camat, kepala desa, serta pelaku UMKM dan industri kecil menengah (IKM) yang menjadi garda terdepan dalam program ini.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten PALI, Rohman, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program OVOP bertujuan untuk menggali, mengembangkan, dan memasarkan produk unggulan setiap desa agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Pada tahap awal, sebanyak 17 desa telah dikurasi untuk berpartisipasi dalam program ini, dengan melibatkan para pelaku usaha setempat secara aktif. Kami ingin memastikan bahwa setiap desa mampu menciptakan produk berkualitas yang berdaya saing,” ujarnya.
Bupati PALI, Asgianto, S.T., menegaskan bahwa program OVOP bukan hanya sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan langkah konkret dalam meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
“Program ini sejalan dengan visi PALI 2030, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi berbasis produk lokal. Kami ingin memastikan bahwa setiap desa mampu menghasilkan produk yang tidak hanya diminati di pasar lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar nasional,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab PALI akan memberikan pendampingan intensif bagi pelaku UMKM, mulai dari pelatihan manajemen usaha, strategi pemasaran digital, akses e-commerce, hingga penyediaan stan khusus produk lokal di berbagai acara pemerintahan.
Dengan adanya program OVOP ini, diharapkan setiap desa di Kabupaten PALI bisa melahirkan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.




